- 8.1 Jenis-Jenis ErrorDalam proses pembuatan program, bisa saja terjadi error yang menyebabkan program tidak berjalan sebagaimana mestinya. Dilihat dari penyebabnya ada 3 jenis error yang bisa terjadi, yaitu :
- Syntax
error – adalah
error yang disebabkan oleh kesalahan menulis kode program. Misalnya :
salah menuliskan nama object, property atau methodnya. Error jenis ini relatif mudah ditangani,IDE VB 6 akan memberi tanda kode program mana yang menimbulkan syntax error.
- Runtime error – adalah error yang disebabkan
oleh sistem komputer ketika melakukan sesuatu.
Misalnya : menyimpan file ke disket tetapi disketnya tidak ada. Sistem akan “memberitahu” kepada program informasi error yang terjadi. Informasi error yang penting diantaranya adalah nomer error dan deskripsi error. VB 6 “menyimpan” informasi error tersebut pada object Err. Melalui object Err inilah kita bisa menangani runtime error.
- Logical error – adalah error yang disebabkan oleh kesalahan logika pemrograman (dari si programer). Misalnya : salah meletakkan urutan kode program. Error jenis ini relatif sulit diketahui dan bisa saja baru diketahui setelah program di-compile menjadi executable file (*.exe). Kejadian seperti ini sering disebut sebagai bug.
8.2 Menangani Runtime ErrorUntuk menangani runtime error, di dalam kode program dibuatkan bagian khusus untuk menangani error yang terjadi. Bagian khusus ini diberi tanda berupa <label>. Agar setiap error yang terjadi dapat ditangani oleh bagian khusus ini, pada awal kode program ditulis perintah berikut ini :On Error GoTo <label>Contoh :
Selanjutnya untuk mengetahui informasi error apa yang terjadi, gunakan object Err. Object Err merupakan object built-in yang disediakan VB 6 untuk menangani error. Seperti halnya object yang dibuat dengan kontrol/komponen (misalnya TextBox), maka object Err juga mempunyai property dan method.Property object Err yang penting diantaranya adalah property Number dan Description. Untuk mengetahui nomor error yang terjadi, gunakan property Number. Sedangkan untuk mengetahui deskripsi error yang terjadi, gunakan property Description. Dengan menggunakan property Number, kita bisa menangani setiap error dengan cara yang berbeda.Misalnya : untuk setiap error yang terjadi akan dimunculkan kotak pesan dengan bahasa Indonesia. Cara ini dapat Anda lihat pada contoh program. Setelah error ditangani, kode program dapat dikembalikan ke bagian tertentu dengan perintah Resume.Ada 3 bentuk perintah Resume, yaitu :· Resume – kembali ke kode program yang menimbulkan error. Biasanya digunakan untuk retry (mencoba lagi).· Resume <label> – kembali ke bagian tertentu pada kode program yang diberi tanda <label>.· Resume Next – kembali ke kode program berikutnya (kode program setelah kode program yang menimbulkan error). Biasanya digunakan untuk abort atau cancel (mengabaikan atau membatalkan).Contoh penggunaan perintah Resume dapat Anda lihat pada contoh program.Contoh Program : Error Handle- Aktifkan VB 6 melalui tombol
Start.
- Pada Jendela Form buatlah UI seperti
ini :
(Gunakan komponen Image dan CommandButton)
- Pengaturan property setiap
object-nya adalah sebagai berikut :
- Buka Jendela Code dan pada bagian Code Editor, lalu ketikkan kode programnya sebagai berikut :
Private Sub Command1_Click()Dim FileName As StringImage1.Picture = NothingFileName = InputBox("Ketikkan path dan nama file gambar :", "Open Picture File", FileName)If FileName <> "" ThenImage1.Picture = LoadPicture(FileName)End IfEnd Sub- Simpan
Form tersbut (nama file : frmLaterror.frm).
Untuk mencoba program ini sebelumnya siapkan sebuah disket dan copy-kan 1 file gambar (misalnya file komputer.wmf ).Coba jalankan Project-nya :- Klik tombol Open Picture File, akan muncul kotak input.
- Ketikkan lokasi (path) dan nama file gambar, misalnya :
a:\komputer.wmf.
- Masukkan disketnya, lalu klik tombol OK.
- Gambar akan muncul tidak terjadi error.
- Keluarkan disketnya, lalu coba ulangi langkah sebelumnya.
- Akan muncul kotak pesan error :
Klik tombol Debug untuk melihat kode program mana yang menimbulkan runtime error.· Klik tombol End pada bagian Toolbar untuk menghentikan program.Agar program bisa menangani error, modifikasi kode programnya menjadi sebagai berikut :
Private Sub Command1_Click()Dim FileName As StringOn Error GoTo AdaErrorImage1.Picture = NothingFileName = InputBox("Ketikkan path dan nama file gambar :", "Open Picture File", FileName)If FileName <> "" ThenImage1.Picture = LoadPicture(FileName)End IfExit SubAdaError:MsgBox "Error No : " & Err.Number & vbCrLf & _Err.Description, vbCritical + vbOKOnly, Me.CaptionEnd SubCoba jalankan Project-nyaBila terjadi error seperti sebelumnya akan muncul kotak pesan error :
Klik tombol OK.Program akan tetap berjalan. User bisa mengulangi perintah untuk membuka file gambar (disket dimasukkan lebih dulu agar tidak terjadi error lagi).Agar pesan error-nya menggunakan bahasa Indonesia, modifikasi kode programnya menjadi sebagai berikut :Private Sub Command1_Click()Dim FileName As StringDim ErrMsg As StringOn Error GoTo AdaErrorImage1.Picture = NothingFileName = InputBox("Ketikkan path dan nama file gambar :", "Open Picture File", FileName)If FileName <> "" ThenImage1.Picture = LoadPicture(FileName)End IfExit SubAdaError:Select Case Err.NumberCase 53ErrMsg = "File [" & FileName & "] tidak ada !"Case 71ErrMsg = "Disket belum dimasukkan !"Case ElseErrMsg = Err.DescriptionEnd SelectMsgBox ErrMsg, vbCritical + vbOKOnly, Me.CaptionEnd SubCoba jalankan Project-nyaBila terjadi error akan muncul kotak pesan error :Klik tombol OK.Program akan tetap berjalan.Lakukan try-and-error untuk melihat setiap nomer dan deskripsi erroryang mungkin terjadi.Agar setelah error ditangani kode program dapat dikembalikan ke bagian tertentu, modifikasi lagi kode programnya menjadi sebagai berikut :
Private Sub Command1_Click()Dim FileName As StringDim ErrMsg As StringDim Ask As VbMsgBoxResultOn Error GoTo AdaErrorAwal:Image1.Picture = NothingFileName = InputBox("Ketikkan path dan nama file gambar :", "Open Picture File", FileName)If FileName <> "" ThenImage1.Picture = LoadPicture(FileName)End IfExit SubAdaError:Select Case Err.NumberCase 53ErrMsg = "File [" & FileName & "] tidak ada !"Case 71ErrMsg = "Disket belum dimasukkan !"Case ElseErrMsg = Err.DescriptionEnd SelectAsk = MsgBox(ErrMsg, vbCritical + vbRetryCancel, Me.Caption)Select Case AskCase vbRetryIf Err.Number = 53 Then Resume Awal Else ResumeCase vbCancelResume NextEnd SelectEnd SubCoba jalankan Project-nyaBila terjadi error akan muncul kotak pesan error :
Klik tombol Retry untuk mencoba lagi (disketnya dimasukkan lebih dulu), atau klik tombol Cancel untuk membatalkan. - Syntax
error – adalah
error yang disebabkan oleh kesalahan menulis kode program. Misalnya :
WELCOME TO MY BLOG
Selasa, 04 Juni 2013
JENIS-JENIS TANDA KOMPUTER ERROR DAN CARA MENGATASINYA
Kamis, 25 April 2013
PENGERTIAN DAN SEJARAH MIKROPROSESSOR
MIKROPROSESOR
Berbagai macam ulasan mengenai mikroprosessor salah satunya yaitu yang saya ambil dari wikipedia.com Mikroprosessor adalah Sebuah mikroprosesor (sering dituliskan: µP atau uP) adalah sebuah central processing unit (CPU) elektronik komputer yang terbuat dari transistormini dan sirkuit lainnya di atas sebuah sirkuit terintegrasi semikonduktor.
Sebelum berkembangnya mikroprosesor, CPU elektronik terbuat dari sirkuit terintegrasi TTL terpisah; sebelumnya, transistor individual; sebelumnya lagi, dari tabung vakum. Bahkan telah ada desain untuk mesin komputer sederhana atas dasar bagian mekanik seperti gear, shaft, lever, Tinkertoy, dll.
Evolusi dari mikroprosesor telah diketahui mengikuti Hukum Moore yang merupakan peningkatan performa dari tahun ke tahun. Teori ini merumuskan bahwa daya penghitungan akan berlipat ganda setiap 18 bulan, sebuah proses yang benar terjadi sejak awal 1970-an; sebuah kejutan bagi orang-orang yang berhubungan. Dari awal sebagai driver dalam kalkulator, perkembangan kekuatan telah menuju ke dominasi mikroprosesor di berbagai jenis komputer; setiap sistem dari mainframe terbesar sampai ke komputer pegang terkecil sekarang menggunakan mikroprosesor sebagai pusatnya.
Mikroprosesor adalah sebuah IC (Integrated Circuit) yang digunakan sebagai otak/pengolah utama dalam sebuah sistem komputer.
Mikroprosesor merupakan hasil dari pertumbuhan semikonduktor. Prosesor adalah chip yang sering disebut “Microprosessor” yang sekarang ukurannya sudah mencapai gigahertz. Ukuran tersebut adalah hitungan kecepatan prosesor dalam mengolah data atau informasi. Merk prosesor yang
banyak beredar dipasatan adalah AMD, Apple, Cyrix VIA, IBM, IDT, dan Intel.
Pertama kali MIkroprosesor dikenalkan pada tahun 1971 oleh Intel Corp, yaitu Mikroprosesor Intel 4004 yang mempunyai arsitektur 4 bit. Dengan penambahan beberapa peripheral (memori, piranti I/O, dsb) Mikroprosesor 4004 di ubah menjadi komputer kecil oleh intel. Kemudian mikroprosesor ini di kembangkan lagi menjadi 8080 (berasitektur 8bit), 8085, dan kemudian 8086 (berasitektur 16bit).
KARAKTERISTIK MIKROPROSESSOR
Berikut adalah karakteristik penting dari mikroprosesor :
1. Ukuran bus data internal (internal data bus size): Jumlah saluran yang terdapat dalam mikroprosesor yang menyatakan jumlah bit yang dapat ditransfer antar komponen di dalam mikroprosesor.
2. Ukuran bus data eksternal (external data bus size): Jumlah saluran yang digunakan untuk transfer data antar komponen antara mikroprosesor dan komponen-komponen di luar mikroprosesor.
3. Ukuran alamat memori (memory address size): Jumlah alamat memori yang dapat dialamati oleh mikroprosesor secara langsung.
4. Kecepatan clock (clock speed): Rate atau kecepatan clock untuk menuntun kerja mikroprosesor.
5. Fitur-fitur spesial (special features): Fitur khusus untuk mendukung aplikasi tertentu seperti fasilitas pemrosesan floating point, multimedia dan sebagainya.
Berikut ini adalah sejarah dari mikroprosessor :
Berbagai macam ulasan mengenai mikroprosessor salah satunya yaitu yang saya ambil dari wikipedia.com Mikroprosessor adalah Sebuah mikroprosesor (sering dituliskan: µP atau uP) adalah sebuah central processing unit (CPU) elektronik komputer yang terbuat dari transistormini dan sirkuit lainnya di atas sebuah sirkuit terintegrasi semikonduktor.
Sebelum berkembangnya mikroprosesor, CPU elektronik terbuat dari sirkuit terintegrasi TTL terpisah; sebelumnya, transistor individual; sebelumnya lagi, dari tabung vakum. Bahkan telah ada desain untuk mesin komputer sederhana atas dasar bagian mekanik seperti gear, shaft, lever, Tinkertoy, dll.
Evolusi dari mikroprosesor telah diketahui mengikuti Hukum Moore yang merupakan peningkatan performa dari tahun ke tahun. Teori ini merumuskan bahwa daya penghitungan akan berlipat ganda setiap 18 bulan, sebuah proses yang benar terjadi sejak awal 1970-an; sebuah kejutan bagi orang-orang yang berhubungan. Dari awal sebagai driver dalam kalkulator, perkembangan kekuatan telah menuju ke dominasi mikroprosesor di berbagai jenis komputer; setiap sistem dari mainframe terbesar sampai ke komputer pegang terkecil sekarang menggunakan mikroprosesor sebagai pusatnya.
Mikroprosesor adalah sebuah IC (Integrated Circuit) yang digunakan sebagai otak/pengolah utama dalam sebuah sistem komputer.
Mikroprosesor merupakan hasil dari pertumbuhan semikonduktor. Prosesor adalah chip yang sering disebut “Microprosessor” yang sekarang ukurannya sudah mencapai gigahertz. Ukuran tersebut adalah hitungan kecepatan prosesor dalam mengolah data atau informasi. Merk prosesor yang
banyak beredar dipasatan adalah AMD, Apple, Cyrix VIA, IBM, IDT, dan Intel.
Pertama kali MIkroprosesor dikenalkan pada tahun 1971 oleh Intel Corp, yaitu Mikroprosesor Intel 4004 yang mempunyai arsitektur 4 bit. Dengan penambahan beberapa peripheral (memori, piranti I/O, dsb) Mikroprosesor 4004 di ubah menjadi komputer kecil oleh intel. Kemudian mikroprosesor ini di kembangkan lagi menjadi 8080 (berasitektur 8bit), 8085, dan kemudian 8086 (berasitektur 16bit).
KARAKTERISTIK MIKROPROSESSOR
Berikut adalah karakteristik penting dari mikroprosesor :
1. Ukuran bus data internal (internal data bus size): Jumlah saluran yang terdapat dalam mikroprosesor yang menyatakan jumlah bit yang dapat ditransfer antar komponen di dalam mikroprosesor.
2. Ukuran bus data eksternal (external data bus size): Jumlah saluran yang digunakan untuk transfer data antar komponen antara mikroprosesor dan komponen-komponen di luar mikroprosesor.
3. Ukuran alamat memori (memory address size): Jumlah alamat memori yang dapat dialamati oleh mikroprosesor secara langsung.
4. Kecepatan clock (clock speed): Rate atau kecepatan clock untuk menuntun kerja mikroprosesor.
5. Fitur-fitur spesial (special features): Fitur khusus untuk mendukung aplikasi tertentu seperti fasilitas pemrosesan floating point, multimedia dan sebagainya.
Berikut ini adalah sejarah dari mikroprosessor :
dengan cepat diikuti oleh seri-seri mikroprosesor lainnya dari berbagai perusahaan penghasil semikonduktor. Intel sendiri tidak lama kemudian mengeluarkan suatu versi IC 4004 yang diperbaiki, yaitu Intel 4040 yang juga sama-sama 4-bit.
Kemudian pada tahun 1972, Intel mengeluarkan mikroprosesor baru yang merupakan peningkatan dari IC 4040, yaitu IC 8008.
Perubahan yang paling nyata dari IC Intel 8008 ini adalah lebar data yang digunakan menjadi selebar 8-bit. IC 8008 ini memerlukan sekitar 20 IC tambahan untuk bisa membentuk CPU yang berfungsi dengan baik.
Dan pada tahun 1973,
Intel mengeluarkan lagi IC terbarunya yaitu 8080 yang merupakan peningkatan dari IC 8008. Lebar data yang digunakan masih sama 8-bit. Namun peningkatan yang sangat berarti adalah IC 8080 ini hanya memerlukan dua IC tambahan untuk bisa membangun sebuah CPU yang berfungsi dengan baik yaitu IC 8224 (pembangkit clock) dan IC 8228 (pengontrol sistem dan driver bus), serta peningkatan jumlah instruksi. Selain itu juga teknologi pembuatan IC-nya diperbarui dengan menggunakan teknologi NMOS (N-channel Metal-Oxide Silicon)
Perusahaan semikonduktornya lainnya tak mau ketinggalan mengeluarkan mikroprosesor produknya, baik yang serumpun dengan keluarga mikroprosesor yang dikeluarkan oleh Intel maupun yang berbeda. Pada tahun 1975, MOS Technology mengeluarkan mikroprosesor dengan seri 6502 yang berbeda dengan mikroprosesor keluaran Intel.
Pada tahun berikutnya, perusahaan pembuat semikonduktor Zilog Inc.
mengeluarkan mikroprosesor yang serumpun dengan Intel 8080. Perusahaan ini mengeluarkan mikroprosesor 8-bit yang dimaksudkan untuk menggantikan Intel 8080. mikroprosesor ini dinamakan
dengan Zilog Z80. Mikroprosesor ini merupakan pukulan telak bagi Intel. Bagaimana tidak, mikroprosesor ini tidak seperti Intel 8080, dimana tidak memerlukan IC tambahan untuk membangun sebuah CPU yang berfungsi dengan baik. Selain itu juga instruksi yang digunakannya hampir sama dengan Intel 8080.
Di tahun-tahun selanjutnya bermunculan mikroprosesor-mikroprosesor dari berbagai pabrikan. Motorola mengeluarkan mikroprosesor seri 6800, AMD dengan mikroprosesor seri Am2900, Texas Instruments dengan mikroprosesor TMS1000, Fairchild dengan F8, dan lain sebagainya.
Kemudian pada tahun 1972, Intel mengeluarkan mikroprosesor baru yang merupakan peningkatan dari IC 4040, yaitu IC 8008.
Perubahan yang paling nyata dari IC Intel 8008 ini adalah lebar data yang digunakan menjadi selebar 8-bit. IC 8008 ini memerlukan sekitar 20 IC tambahan untuk bisa membentuk CPU yang berfungsi dengan baik.
Dan pada tahun 1973,
Intel mengeluarkan lagi IC terbarunya yaitu 8080 yang merupakan peningkatan dari IC 8008. Lebar data yang digunakan masih sama 8-bit. Namun peningkatan yang sangat berarti adalah IC 8080 ini hanya memerlukan dua IC tambahan untuk bisa membangun sebuah CPU yang berfungsi dengan baik yaitu IC 8224 (pembangkit clock) dan IC 8228 (pengontrol sistem dan driver bus), serta peningkatan jumlah instruksi. Selain itu juga teknologi pembuatan IC-nya diperbarui dengan menggunakan teknologi NMOS (N-channel Metal-Oxide Silicon)
Perusahaan semikonduktornya lainnya tak mau ketinggalan mengeluarkan mikroprosesor produknya, baik yang serumpun dengan keluarga mikroprosesor yang dikeluarkan oleh Intel maupun yang berbeda. Pada tahun 1975, MOS Technology mengeluarkan mikroprosesor dengan seri 6502 yang berbeda dengan mikroprosesor keluaran Intel.
Pada tahun berikutnya, perusahaan pembuat semikonduktor Zilog Inc.
dengan Zilog Z80. Mikroprosesor ini merupakan pukulan telak bagi Intel. Bagaimana tidak, mikroprosesor ini tidak seperti Intel 8080, dimana tidak memerlukan IC tambahan untuk membangun sebuah CPU yang berfungsi dengan baik. Selain itu juga instruksi yang digunakannya hampir sama dengan Intel 8080.
Di tahun-tahun selanjutnya bermunculan mikroprosesor-mikroprosesor dari berbagai pabrikan. Motorola mengeluarkan mikroprosesor seri 6800, AMD dengan mikroprosesor seri Am2900, Texas Instruments dengan mikroprosesor TMS1000, Fairchild dengan F8, dan lain sebagainya.
Jumat, 19 April 2013
PORT - PORT MOTHERBOARD
Menurut Wikipedia Motherboard adalah / Papan induk ( bahasa Inggris: motherboard) adalah papan sirkuit tempat berbagai komponen elektronik saling terhubung seperti pada PC atau Macintosh dan biasa disingkat dengan kata mobo.
Pengertian lain dari Motherboard atau dengan kata lain mainboard adalah papan utama berupa pcb yang memiliki chip bios (program penggerak), jalur-jalur dan konektor sebagai penghubung akses masing-masing perangkat.
Motherboard yang banyak ditemui dipasaran saat ini adalah motherboard milik PC yang pertama kali dibuat dengan dasar agar dapat sesuai dengan spesifikasi PC IBM.
Motherboard atau disebut juga dengan Papan Induk Motherboard merupakan komponen utama dari sebuah PC, karena pada Motherboard-lah semua komponen PC anda akan disatukan. Bentuk motherboard seperti sebuah papan sirkuit elektronik. Motherboard merupakan tempat berlalu lalangnya data. Motherboard menghubungkan semua peralatan komputer dan membuatnya bekerja sama sehingga komputer berjalan dengan lancar.
Secara prinsip, sebuah motherboard terdiri atas beberapa bagian komponen yakni system CPU (prosesor), sirkuit clock/timing, Ram, Cache, ROM BIOS, I/O port seperti port serial, port pararel, slot ekspansi, prot IDE. Selain daripada peranti dan komponen yang telah dibincangkan, di papan utama terdapat beberapa penyambung kecil yang digunakan untuk sambungan kabel kepada alat pembesar suara, sambungan kepada suis set semula ( reset switch ) dan suis turbo dan juga sambungan kepada lampu penanda LED ( indicator light ) di panel hadapan komputer. Jumlah penyambung kecil yang terdapat pada papan utama adalah bergantung kepada jumlah peralatan yang ada pada panel hadapan chasis komputer. LED yang menandakan cakera keras ( hard disk ) yang terdapat pada panel hadapan chasis komputer adalah disambungkan kepada cakera keras berkenaan bukan daripada papan utama. Dan setengah dari motherboard juga ada yang dilengkapi dengan internal o’clock yang dilengkapi dengan baterai.
Berikut ini adalah beberapa komponen-komponen serta fungsi maupun macam-macamnya pada sebuah motherboard :
1. KONEKTOR POWER
Konektor power adalah pin yang menyambungkan motherboard dengan power supply di casing sebuah komputer. Pada motherboard tipe AT, casing yang dibutuhkan adalah tipe AT juga. Konektor power tipe AT terdiri dari dua bagian, di mana dua kabel dari power supply akan menancap di situ. Pada tipe ATX, kabel power supply menyatu dalam satu header yang utuh, sehingga Anda tinggal menancapkannya di motherboard. Kabel ini terdiri dari dua kolom sesuai dengan pin di motherboard yang terdiri atas dua larik pin juga. Ada beberapa motherboard yang menyediakan dua tipe konektor power, AT dan ATX. Kebanyakan motherboard terbaru sudah bertipe ATX.
2. SOCKET ATAU SLOT PROCESSOR
Terdapat beberapa tipe colokan untuk menancapkan prosesor Anda. Model paling lama adalah ZIF ( Zero Insertion Force) Socket 7 atau popular dengan istilah Socket 7. Socket ini kompatibel untuk prosesor bikinan Intel, AMD, atau Cyrix. Biasanya digunakan untuk prosesor model lama (sampai dengan generasi 233 MHz). Ada lagi socket yang dinamakan Socket 370. Socket ini mirip dengan Socket 7 tetapi jumlah pinnya sesuai dengan namanya, 370 biji. Socket ini kompatibel untuk prosesor bikinan Intel. Sementara AMD menamai sendiri socketnya dengan istilah Socket A, di mana jumlah pinnya juga berbeda dengan socket 370. Istilah A digunakan AMD untuk menunjuk merek prosesor Athlon. Untuk keluarga prosesor Intel Pentium II dan III, slot yang digunakan disebut dengan Slot 1, sementara motherboard yang menunjang prosesor AMD menggunakan Slot A untuk jenis slot yang seperti itu.
![]() |
| Socket 7 dan Socket 370 |
Langganan:
Komentar (Atom)









.jpg)
.jpg)























